"MENGKULTUSKAN SEORANG TOKOH DARI PERSFEKTIF KEPENTINGAN "
Bangsa ini kadang suka mengkultuskan seorang tokoh apalagi berada pada lingkaran kekuasaan, suka mengagungkan nya, memuji-muji kepemimpinanya merakyat dekat dengan masyarakat pokok luar biasa sebagian besar memang itu uda sifat manusia dan di benarkan serta di aamiin kan tanpa meneliti mempelajari itu Tokoh dan latar belakang nya itu memang sudah terbiasa di negeri ini seperti seorang Presiden sekalipun di sanjung dipuja dan di puji giliran ada kesalahan nya tidak segan-segan menjustnya habis-habisan memang tentu punya alasan-alasan tertentu patut dapat di duga bla bla bla tapi menurut hemat saya perlu juga berita-berita berimbang ada baik seorang Tokoh se kelas negarawan sekalipun untuk menanggapi suara-suara Miring tersebut demi harga diri dari seoarang Tokoh itu sendiri barang kali jika di tanggapi bisa melebar dan membias kemana-mana tidak ada habis-habis lebih baik di didiamkan saja sampai kapan bisa itu berakhir dan berhenti kata Pakar Hukum Pidana ; pengajar Hukum Pidana, Hukum Acara Pidana dan Kriminolgi serta Pendidikan Praktik Kemahiran Pidana dari Fakultas Hukum & Sosial Universitas Mathla'ul Anwar Banten (Unma Banten) ini di minta seputar permasalahan diatas sebagai pencerahan buat masyarakat juga.
. Bangsa yang besar mestinya harus ta'at hukum dan perundang-undangan harus menghargai hukum yang berlaku di negeri ini, lebih lanjut.kata Wakil Sekretaris Jenderal DPN PERADI Bidang Hukum & Perundang-undangan ini, mungkin masyarakat atau sebagian besar melihat ada yang patut di duga ada ketidak beresan hukum sebagai implementasi pada kasus-kasus tertentu bisa jadi hanya dari sudut pandang politis kadang tidak lancar itu bisa terjadi bahkan jika terjadi dan patut di duga ada suara-suara miring implementasi penegakan hukum tidak berjalan bahkan bisa berbelok pada kiri dan kanan itulah bentuk strategi politik untuk mempertahankan kekuasaan berlanjut kata Dosen Terbang Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) putra kelahiran Batang Toru, Kota Tambang Emas ini yang sudah melanglang buana di dunia Akademisi telah mengabdi atau mengajar di PTN dan PTS kerjasama dengan DPN PERADI dan DPC PERADI se Indonesia, dikenal rajin menulis Artikel di juluki 1000 Artikel lepas meskipun keterbatasan narasinya minimal bertepat guna buat masyarakat dan bangsa ini.
Lebih lanjut mari kita bangun bangsa ini sesuai dengan bidang kita atau profesi kita masing-masing boleh berbicara atau mengkritisi persoalan bangsa tapi hendaknya di sampaikan dengan ber etika dan ber martabat jangan sampai menimbulkan fitnah kata pada media ini, kritik hendak sifat " Kontruktif " tidak menimbulkan " Kebencian " sesama anak bangsa, seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, persoalan bangsa ini dapat di atasi di beri kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk memimpin bangsa dan pemerintahan ini, kepada adik-adik mahasiswa memang harus kritis selalu tapi jangan anarkis, bersuara menyampaikan pendapat di benarkan oleh Undang-Undang, karena di pundak kalianlah masa depan bangsa ini, semoga bermanfaat, salam perjuangan untuk menuju Indonesia di Tahun Emas 2045 kedepan Jayalah bangsa ini, tetap salam hormat para bapak-bapak pendiri bangsa ini merdeka...merdeka..
Merdeka !!!
Komentar
Posting Komentar