KAJIAN SINGKAT POLITIK PRAKTIS DARI PERSFEKTIF BERNUANSA KEPENTINGAN
Oleh : Asisstant Profesor, Mohammad Mara Muda Herman Sitompul, S.H., M.H.
POLITIK PRAKTIS, Dalam negara Indonesia sistem pemerintahan Presidensil, dimana Presiden sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan ajaran Trias Politika tidak murni di praktikan bukan ' Pemisahan Kekuasaan ' tetapi di kenal ' Pembagian Kekuasaan ' terhadap Lembaga Tinggi Negara ; Presiden (Eksekutif) dan jajaran nya, DPR RI (Legislatif) dan Mahkamah Agung RI (yudikatif),
Mahkamah Konstitusi di lihat dari sudut pandang praktik ketatanegaraan saling bekerjasama dan saling mempengaruhi meskipun Mahkamah Agung RI dan Mahkamah Konstitusi RI secara hukum memang tugas dan fungsi mereka berbeda Presiden sebagai kepala negara menjalankan tugas nya yaitu menjalankan hukum dan perundang-undangan, DPR RI mengawasi sebagsi alat kontrol sebagai wakil rakyat lewat Pemilihan Umum 5 (lima) tahunan, sedangkan Mahkamah Agung RI dan Mahkamah Konstitusi RI mengadili sifatnya baik pelanggaran hukum dan umum dan khusus.
Para wakil rakyat namanya di pilih melalui putusan- putusan politik tentu punya tugas dan fungsi nya membuat Undang-Undang dan juga Presiden ;
Pemerintah tentu bisa juga Undang-Undang itu datang dari Pemerintah bisa juga dari parlemen/DPR RI terhadap keputusan itu mereka punya kepentingan masing- masing bisa terjadi gesekan yang cukup tajam demi kepentingan partai nya atau kepentingan Pemerintah, seperti revisi Undang-Undang Pilkada bisa bongkar pasangnya, yang menjadi masalah mestinya tidak selalu demikian ketika mereka duduk resmi di lantik jadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat harus berpikiran obyektif kepentingan masyarakat atau umum yang di utamakan diatas kepentingsn pribadi atau kelompoknya harus taat azas dan putusan Mahkamah Konstitusi RI sebagai lembaga tinggi dalam permasalahan hukum dan perundang-undangan mohon maaf coba jika kemarin masyarakat di negeri tidak demo apa yang terjadi bisa-bisa di revisi Undang-Undang Pilkada batas minimum usia untuk calon Kepala Daerah seperti Calon Gubernur terkesan ' Pesanan ' patut di duga satu lagi politik praktis di negeri ini dapat kita lihat oleh mata kita sendiri seringnya para politisi berpindah-pindah partai untuk mencapai tujuan terkesan seperti ' Kutu Loncat ' ini fakta nya demi mencapai kekuasaan ngeri kali bah kata anak Medan, itulah kawan dunia politik kita, masyarakat saya minta harus cerdas jangan beli kucing dalam karung pilihlah pemimpin negara atau pemerintah daerah yang tulus dan merakyat memperhatikan kesejahteraan masyarakat bukan untuk memperkaya pribadi atau keluarga nya tapi harus di ingat masyarakat setiap warga negara Indonesia punya hak yang sama untuk di pilih dan memilih, dan saya ingatkan demo untuk menyampaikan pendapat itu di benarkan oleh perundang-undangan tapi jangan anarkis saya harap juga DPR RI harus mau mendengar aspirasi masyarakat/ warga negaranya jangan tidur ketika ada rapat-rapat di Parlemen ini bukan rahasia umum tentu oknum tidak pantas jika ada rapat tidur atau kurang peka pada kepentingan masyarakat/ negara dan juga terhadap oknum yang ketika ada rapat tidur kurang perhatian pada masyarakat/rakyat tidak perlu yang bersangkutan untuk dipilih kembali.
Mari kita bangun negara bangsa ini sesuai dengan profesi kita masing-masing tidak boleh merusak pasilitas umum yang merugi adalah kita sendiri semuanya ada aturan dan mekanismenya semoga bermanfaat Jaya banga ini menuju Indonesia yang lebih maju lagi salam perjuangan merdeka ...merdeka.....dalam arti seluas-luasnya jadikan hukum sebagai panglima bukan kekuasaan..' Fiat Justitia Ruat Coelum '
* Pengamat Hukum dan Politik, Akademisi/ Advokat senior.
(*Redtapakburuh*)
Komentar
Posting Komentar