DKI JAKARTA SUDAH TIDAK LAYAK DI JADIKAN IBU KOTA NEGARA
" DKI JAKARTA SUDAH TIDAK LAYAK DI JADIKAN IBU KOTA NEGARA "
Penulis : Akademisi Senior dan Pengamat Lingkungan alumnus Pelatihan Amdal UI Salemba Jakarta Pusat/ Aktivis Lingkungan.
Pengamat lingkungan Asal lulusan Pelatihan Lingkungan Universitas Indonesia Selemba Jakarta ini bagaimana melihat Jakarta jika musim Hujan di Bulan November dan Desember setiap tahun selalu banjir langganan semacam hadiah akhir tahun dan ada juga yang memprediksikan Jakata sekitar Tahun 2030 kedepan bisa tenggelam?
Menurut hemat saya perlu di sikapi tapi bukan untuk di takuti Jakarta dan sekitarnya Jakarta sebagai Ibu Kota Negara ada baiknya Joko Widodo sewaktu Presiden menggagas Ibu Kota Negara harus di pindahkan berbagai alasan ; banjir tidak aman untuk Ibu Kota. akhirnya sepakat di pindahkan ke Kalimantan Timur Ibu Kota Negara (IKN) sedang di proses sudah di gunakan tempat Upacara 17 Agustus 2024 ke 79 tahun HUT RI terlepas sempurna tidak, tentu memakan waktu cukup lama tapi harus di prioritaskan kata Akademisi senior ini ysng juga Dosen Terbang Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang sudah mengabdi di 48 PTN dan PTS se Indonesia ini, penulis buku ini dan 1000 artikel ini.
Coba anda perhatikan seputar Marunda, Jakarts Utara laut lebih tinggi sekian (cm) dari daratan sehingga pasang air laut turun kebawah seputar tembok semen penangkal itu lama-lama apalah kekuatan dan ketahanan penangkal lama-lama jakarta tenggelam berbagai prediksi kedepan bisa jadi tetap di waspadai untuk mencegah sedini mungkin.
Pindah Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan Timur IKN bukan pasti melalui kajian yang ahli dibidang nya Jakarta tetap di benahi dan di majukan dengan terpilih nya Gubernur dan Wakil Gubernur satu Paket 2024 sd 2029 ini Jakarta di jadikan menjadi Kota Bisnis Internasional, kota perdangan lintas Jawa da luar Jawa dan Internasional.
Kembali Bung MMMHS/ HERSIT, pengamat lingkungsn ini, melihat Jakarta dan fotret masyarakat nya bagaimana tidak banjir ketika hujan Ibu kota ini wong masyarakat kadang belum cinta lingkungan ; membuang sampah sembarangan akhirnya ketika hujan turun menjadi banjir dan pagi dan sore hari macet Jakarta dsn sekitarnya karena, banyak warga kantoran enggan tidak mau menggunakan bus way yang nyaman pakai ac dan tidak macet padahal dalam mobil itu cuma dia sendiri paling dengan supir nya wah makan tempat dan macet total karena mohon maaf masyarakat kita ada sifat gengsi cukup tinggi semestinya naik bus way atau greb jauh lebih hemat bahan bakar, tol, parkir dan bayar supir tapi karena gengsi cukup tinggi istilah anak medan rasakanlah dampak macet dan sembrawut di jalanan, belum motor dsn masuk beca pula lagi jadi terkurung belum mati lampu merah jalan raya polisipun tidak ada ditempat yang ada pak ogah wah semakin mencekam hujan dan kedinginan akhirnya stres setiap pergi dan pulang kantor.
Kesimpulan IKN salah satu solusi segera di selesaikan ; prioritaskan pembangunannya agar cepat hengkang dan pindah supaya tidak di kejar-kejar kebanjiran dan macet, pendek kalimat dan ulasan artikel ini, harus nyaman IKN itulah Kalimantan Timur semoga segala yang menjadi permasalahan dan pro dan kontra harus di hentikan banyak kerja..kerja..kerja jadi bangsa yang bermental pejuang dan bermental pembangunan tetap kritis tentu sifat " Kontruktif " jelas Putra Banten Asli Batak dan Putra Kelahiran Batang Toru City ini Jaya lah Indonesia maju menjadi negara Maju yang setarap dengan negara-negara maju maju di dunia ini yang dapat kami beritakan melalu whashap tertulis lintas udara beliau juga nara sumber tetap media berbagai berita-berita aktual dan perlu pemikiran tidak luput dari pemikiran beliau selalu kami minta pendapat sekalipun beliau cukup sibuk sebagai lawyer dan akademisi yang juga Dosen Tetap FHS Unma Banten ini dan berbagai FH lintas Jabodetabekbanten ini.
Komentar
Posting Komentar