Kajian Tentang Kematian dari persfektif ajaran Agama ?

Kajian Tentang Kematian dari persfektif ajaran Agama ?
Kematian berhentinya jantung kita tidak bernapas alias meninggal dunia (Wafat) ' setiap makhluk yang bernyawa pasti mengalami kematian khusus, saya disini tertuju pada manusia sebagai hamba Tuhan dalam Ajaran Islam secara Naqli Tuhan menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah kepada Nya konsekwensi harus taat pada Rukun Islam (5 perkara) dan Rukun Iman (6 perkara) jika tidak di laksanakan secara konsekwensi mestinya harus ' Tawaduh ' konsen ibadah Nya jika tidak berdosa dan harus yakin ancaman sanksi masuk neraka dan abadi di sana.

Apapun Agama kita dan keyakinan kita harus yakin kematian lambat Laun pasti datang tidak bisa di tunda satu detikpun ada mati masih dalam kandungan, ada pada usia balita dan anak serta remaja, dewasa, tua tidak menutup kemungkinan usia masih muda telah pergi alias wafat bahkan cucu nya duluan Tuhan panggil daripada kakek nya, ada sehat jasmani dan rohani pun bisa seketika meninggal pergi selama nya, ada juga sakit bertahun tahun juga jika belum waktu tidak bisa siapa saja jika waktu akan wafat dengan sendirinya itulah rahasia ilahi, kita harus yakin dengan kitab suci kita masing-masing sebab agama dan kepercayaan urusan pribadi masing-masing secara umum kami soroti setiap beragama apun agama nya berharap kelak jika Tuhan memanggil kita istilah ajaran agama Nasrani harus sudah siap segala nya, kami mengkaji secara seksama setiap orang ingin hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat itu dambaan seseorang, jika ada keluarga kita meninggal dunia tentu kita sangatlah sedih rasa terpukul sekali tapi sebagai orang yang beriman harus iklas kepergian nya tentu kita tangisi terus pastilah kita menangis dalam ajaran orang Batak khusus Batak Toba istilah mangandung menangisi luar biasa dalam ajaran Islam tidak boleh berlebihan menangisi yang telah pergi itu memberatkan nya tentu kita mengaji yasinan agar meringankan yang telah meninggal ( wafat ), ada orang meninggal di makamkan di kubur ada juga di bakar dan di perabukan itulah beda-beda keyakinan harus kita hormati itu juga budaya bangsa ini lebih meriah lagi saudara kita di suku Toraja sana apakah Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budga bahkan Khong fucu inilah kebhinekaan bangsa ini.

Terus kita lanjutkan masalah Kematian ini sifat 'sunatulah' dengan sendirinya hanya apa yang kita bawa harta, rumsh yang megah berikut kolam renang dan luas, mobil yang mewah dan isteri kita ysng cantik, suami yang ganteng dan anak orangtua dan martua semua akan kita tinggalkan itu semua pada yang hidup jika kita sadari usia kita berkisar 50 sd 70 tahun saja itupun jika kita sehat, pangkat, tutek berderet seoerti gerbong kreta api, nama kita cukup di kenal dan kita pintar dan hebat semua akan di tinggalkan kita hanya punya kapling 2 meter dan 1 meter may di buat di kramik marmar atau di makamkan secara terhormat bahkan secara kenegaraan itu semua tidaklah berarti bagi Tuhan jika kita tidak bertaqwa kepada Nya tinggal lah semua hanya amal ibadah kita, kebaikan kita yang bapat menolong kita nanti jika amal kebaikan kita baik silahkan ambil tiket ke ' sorga ' jika amal keburukan yang banyak dosa nya silahkan ambil tiket ke ' neraka ' di neraka akan abadi selama nya kekal : ' masyallah '.

Untuk itu sebelum terlambat mari kita bertobat ' toubat nasuha ' minta ampun kepada Nya.

Apaoun agama dan keyakinan kita prihal kematian adalah sama kita semua bakal mati, selagi kita hidup sebelum kita mati, penyesalan adalah di belakang hari hidup sifat sementara ibarat kita berteduh sejenak di halte bis karena hujan tiba semoga bermanfaat aamiin yarobil alamin xxx

Ustadz.Adv.Asisstant Profesor, Mohammad Mara Muda Herman Sitompul, S.H.,M.H.
Anggora Dewan Pakar Jami'ah Batak Muslim Indonesia ( JBMI ) DPP dan Ketua DPW JBMI Provinsi Banten ( SK.Dalam Proses ),
Dosen Tetap FHS Unma Banten.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diduga Ilegal Akses Akun BPJS Kesehatan, Klien Advokat Bung Hersit Tempuh Jalur Hukum

RUU PERAMPASAN ASET DAN HUKUMAN MATI BAGI PELAKU KRUPTOR !!!

Para Kabinet yang tidak bisa kerja lebih baik di Resafle saja ?