Kajian Mendalam Serikat Pekerja: Pengaruh Dinamika Perpolitikan terhadap Hak dan Kesejahteraan Buruh di Indonesia


Serikat Pekerja Mendesak Perbaikan Kebijakan Publik untuk Meningkatkan Kesejahteraan Buruh
Anto Budianto Sekretaris PC FSP KEP SPSI Karawang.

Karawang, Organisasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan serikat pekerja seluruh Indonesia Anto Budianto mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap situasi perpolitikan di Indonesia yang dinilai semakin berpotensi 

Mengancam hak dan kesejahteraan para pekerja. Menyoroti bagaimana kebijakan pemerintah, terutama dalam bidang ekonomi dan ketenagakerjaan, sering kali mengabaikan kepentingan buruh dan lebih condong pada kepentingan pemodal besar.
Pengaruh Kebijakan Publik terhadap Buruh.

Telah mencatat bahwa perubahan kebijakan dalam beberapa tahun terakhir, seperti Omnibus Law dan regulasi terkait ketenagakerjaan, telah memberikan dampak signifikan terhadap buruh. Kebijakan ini, yang disebut-sebut akan meningkatkan investasi dan membuka lapangan kerja, justru dinilai banyak pihak melemahkan posisi tawar buruh, mengurangi jaminan sosial, serta meningkatkan fleksibilitas tenaga kerja yang berujung pada ketidakpastian pekerjaan.

"Serikat pekerja memandang bahwa kebijakan yang diterapkan pemerintah cenderung berorientasi pada kepentingan modal dan mengorbankan hak-hak dasar pekerja. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang harus segera diperbaiki," ujar Sekretaris Umum PC FSP KEP SPSI Karawang, Anto Budianto,S.H
Pengaruh Dinamika Politik terhadap Perjuangan Buruh.

Lebih lanjut, Hal tersebut juga mengulas tentang dinamika politik nasional yang kerap kali menjadi tantangan bagi perjuangan buruh. Politisasi isu ketenagakerjaaan sering kali membuat agenda buruh terpinggirkan. Selain itu, koalisi politik yang ada saat ini dianggap belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan buruh.

"Serikat pekerja mendesak agar partai politik dan para pembuat kebijakan lebih serius memperhatikan isu-isu ketenagakerjaan. Jangan hanya mendekati buruh saat kampanye, tetapi abai ketika sudah terpilih," Anto Budianto.

Rekomendasi Kebijakan, serikat pekerja memberikan beberapa rekomendasi strategis kepada pemerintah dan legislator untuk memperbaiki situasi ini, antara lain:
1. Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan: Meninjau kembali kebijakan yang dinilai merugikan buruh dan merevisi undang-undang ketenagakerjaan yang lebih melindungi hak-hak dasar pekerja.
2. Peningkatan Upah dan Jaminan Sosial: Mendorong kebijakan yang memastikan peningkatan upah minimum yang layak serta memperkuat jaminan sosial bagi pekerja.
3. Dialog Sosial yang Lebih Efektif: Menggalakkan dialog sosial yang inklusif antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha untuk mencari solusi bersama terhadap masalah ketenagakerjaan.

Tantangan dan Harapan
Serikat pekerja mengakui bahwa perjuangan untuk mendapatkan kebijakan yang lebih berpihak pada buruh tidaklah mudah. Namun, dengan kekuatan solidaritas dan dukungan dari masyarakat, harapan untuk terciptanya kebijakan yang lebih adil bagi buruh tetap ada.

"Kami tidak akan pernah berhenti berjuang. Hak-hak buruh adalah hak asasi manusia, dan kami akan terus mengupayakan agar suara buruh didengar dan diperhatikan oleh para pemangku kepentingan," pungkas Anto Budianto     

(Tim redtapakburuh) 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diduga Ilegal Akses Akun BPJS Kesehatan, Klien Advokat Bung Hersit Tempuh Jalur Hukum

RUU PERAMPASAN ASET DAN HUKUMAN MATI BAGI PELAKU KRUPTOR !!!

Para Kabinet yang tidak bisa kerja lebih baik di Resafle saja ?