Peran Anggota Serikat Pekerja dalam Pemerintahan: Membangun Negara Melalui Kekuatan Kolektif

Peran Anggota Serikat Pekerja dalam Pemerintahan: Membangun Negara Melalui Kekuatan Kolektif.
Oleh. Anto Budianto,S.H (Sekretaris PC FSP KEP SPSI Karawang).
Karawang, 21 September 2024 Sebagai anggota serikat pekerja, kita memegang peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi di Indonesia. Namun beberapa tahun belakangan ini, keterlibatan Buruh dalam pemerintahan, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembuatan kebijakan yang berpihak kepada kaum pekerja.

Pemerintah, dalam menyusun undang-undang atau kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, kurang melibatkan perwakilan serikat pekerja sebagai mitra sosial. Serikat pekerja yang memiliki posisi strategis yang seharusnya sebagai jembatan antara kepentingan pekerja dengan kepentingan negara. 

Kehadiran Buruh dalam berbagai forum tripartit—yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan pekerja—adalah bukti bahwa suara buruh sangat penting dalam pengambilan keputusan yang berpengaruh pada kesejahteraan buruh.

Pengaruh di Bidang Kebijakan Ketenagakerjaan
Dalam beberapa tahun terakhir, serikat pekerja/serikat buruh terus berjuang dalam memainkan peran krusial dalam menentukan upah minimum, jaminan sosial tenaga kerja, hingga perbaikan kondisi kerja. Keterlibatan buruh dalam proses ini bukan hanya sekadar memberikan masukan, tetapi juga memastikan bahwa kepentingan pekerja tetap menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan publik. Dengan terlibat aktif dalam dialog sosial dan memperkuat bargaining power, buruh mampu mendorong terciptanya regulasi yang lebih adil dan manusiawi bagi seluruh pekerja Indonesia.
Penguatan Representasi di Lembaga Legislatif dan Eksekutif.

Anggota serikat pekerja juga dapat mengambil langkah lebih lanjut dengan terjun ke dunia politik, baik sebagai wakil rakyat di parlemen maupun dalam posisi pemerintahan eksekutif. Kehadiran buruh di posisi-posisi strategis pemerintahan dapat memperkuat perjuangan buruh dari dalam sistem. Selain itu, kita bisa lebih efektif dalam memperjuangkan hak-hak buruh dan memastikan adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pelanggaran hak ketenagakerjaan.
Menegakkan Keadilan Sosial Bersama Pemerintah.

Tentu saja, kolaborasi antara serikat pekerja dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan tatanan sosial yang lebih adil. Melalui komunikasi yang intensif dan keterlibatan aktif dalam proses pengambilan keputusan, kita bisa mendorong pemerintah untuk terus memprioritaskan kesejahteraan pekerja dan mencegah adanya kebijakan yang merugikan hak-hak buruh.

Sebagai anggota serikat pekerja, kita berada pada posisi strategis untuk membentuk masa depan bangsa ini. Dengan terus memperkuat posisi kita di pemerintahan, kita mampu berkontribusi lebih besar dalam menciptakan kebijakan yang adil dan mensejahterakan seluruh pekerja Indonesia. Semangat solidaritas dan kerja keras kita adalah pondasi bagi kemajuan negara.

Kekuatan Kolektif Sebagai anggota serikat pekerja, kita memegang peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi di Indonesia. Di era sekarang ini, keterlibatan kita dalam pemerintahan, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus memberikan dampak signifikan terhadap pembuatan kebijakan yang berpihak kepada kaum pekerja.

Pemerintah, dalam menyusun undang-undang atau kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, sering lupa untuk melibatkan perwakilan serikat pekerja sebagai mitra sosial. Padahal Serikat pekerja memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kepentingan pekerja dengan kepentingan negara. Kehadiran kita dalam berbagai forum tripartit—yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan pekerja—adalah bukti bahwa suara buruh didengar dalam pengambilan keputusan yang berpengaruh pada kesejahteraan buruh.
Pengaruh di Bidang Kebijakan Ketenagakerjaan.
*Redtapakburuh*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diduga Ilegal Akses Akun BPJS Kesehatan, Klien Advokat Bung Hersit Tempuh Jalur Hukum

RUU PERAMPASAN ASET DAN HUKUMAN MATI BAGI PELAKU KRUPTOR !!!

Para Kabinet yang tidak bisa kerja lebih baik di Resafle saja ?