UNDANGAN PAUS FRANSISKUS KE MASJID ISTIQLAL JAKARTA MENIMBULKAN KONTROPERSIAL ?

Oleh Ustadz Muhammad Maramuda Herman Sitompul,S.H,MH
Bagaimana pak Ustadz Hersit melihat dugaan oknum yang berlebihan ;   " Toleransi Umat beragama di negeri dengan kedatangan Paus Fransiskus di pimpinan Gereja Katolik  beberapa hari yang lalu di Undang ke Masjid Istiqlal,?

Saya melihat itu sebagai Muslim berjiwa Nasionalis dsn Agamis  terlalu berlebihan sekali Imam Masjid Istiqlal Jakrta memperlakukan Yang maha guru dan Paus Fransiskus dengan mencium kening nya dan tangan nya dan juga ada pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an dan juga nyanyian paduan suara agama Katolik menurut Aqidah Islam tidak di benarkan bahkan hukum nya "Haram" secara Naqli mungkin secara Aqli sebagian membenarkan nya, tapi mungkin dari segi muamalah hubungan kemanusiaan sesama Umat manusia bisa saja di maklumi tapi urusan Aqidah tidaklah demikian kata Da'i/ Mubaliq alumni Dewan Akbar Indonesia itu (2008), yang juga penceramah itu.

Sebagai contoh apa boleh kita misalnya di Undang ke Gereja Katedral Jakarta seorang Kiyai besar datang dari Mekah/Madinah lantas ceramah di Gereja dengan ayat-ayat Al Qur'an saya rasa keberatan juga saudara kita umat Nasrani ; Katolik urusan Aqidah mereka pasti terganggu bukan kita tetap menghormati tamu negara kebetulan tokoh Agama/ Imam Besar Katolik Paus Fransiskus mari kita saling menghargai jangan main campur aduk begitu saja saling menghargai Aqidah masing-masing ' ...lakum dinukum walyadin..untuk mu agamamu dan untuku agamaku, terus Kiyai Imam besar Nasaruddin memberi contoh atau Sejarah kehidupsn rasullah Muhammad SAW ; bersahabat dengsn non muslim tapi bukan cara-cara seperti ini.

Banyak yang protes masalah ini saya minta Imam Besar Masjid Nasaruddin dengsn logowo mengundurkan diri saja begitu juga para yang terlibat urusan pelayanan yang berlebihan ini 

Terhadap Ketua PP PBNU juga harus peka urusan masalah ini demi kelangsungan umat Islam di negeri yang berbhineka tunggal ika ini berdasarkan Pancasila ini, Agama Islam adalah Agama yang penuh perdamaian dan persaudaraan  harus bisa membedakan hal tersebut tetap terjaga kerukunan inter umat beragana, antar umat beragama dengan pemerintah jelas Ustadz Hersit mantan aktivis HMI Cabang Jakarta itu tidak lama lagi akan bergabung dengan ' Ikatan Dai Indonesia (IKADI) saya melihat ormas cukup profesional nasionslis dan agamis demi pengembangan syiar Islam sebagai Agama yang bersifat Universal.
Salam persaudaraan.

 (*Redtapakburuh)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diduga Ilegal Akses Akun BPJS Kesehatan, Klien Advokat Bung Hersit Tempuh Jalur Hukum

RUU PERAMPASAN ASET DAN HUKUMAN MATI BAGI PELAKU KRUPTOR !!!

Para Kabinet yang tidak bisa kerja lebih baik di Resafle saja ?